Rabu, 08 Februari 2017

Seminar ini diadakan di balai desa atau rumah bapak H. Moh. Kodri selaku kepala desa di desa glisgis.
Hampir sebagaian besar warga khususnya bapak bapak telah menyempatkan waktu nya untuk datang dan diberikan pengarahan serta pembinaan tentang bahaya "Narkoba". Sasaran narkoba sendiri adalah kebanyakan tertuju pada anak anak muda bahkan bisa saja anak kecil terkena dampaknya bilamana sang pengedar telah mencampurkan narkoba kedalam makanan atau minuman yg dijual bebas di pinggir jalan. Selain di makanan, narkoba juga bisa di campurkan kedalam rokok. bagaimana cara membedakan nya?
berikut penjelasan dari perwakilan Polres Bangkalan :

https://youtu.be/T6dDG0TvcH4
https://www.youtube.com/watch?v=g9dJ2sKmY8A

Dokumentasi kata sambutan



Kita telah banyak membahas bahaya narkoba dalam kehidupan dan bagaimanapun caranya, kita harus bisa menghindari pemakaian narkoba. Jangan sampai keluarga, kekasih, teman dan orang sekitar terjangkit narkoba. Nah, kita telah banyak berkata tentang Narkoba, sebenarnya apa sih narkoba itu? mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Narkoba
adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Penyalahgunaan dalam penggunaan narkoba adalah pemakain obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja maka penggunaan narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan.
Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.
Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik dan harus menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba, tapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba.
Dokumentasi Pemateri



Terdapat 3 faktor (alasan) yang dapat dikatakan sebagai “pemicu” seseorang dalam penyalahgunakan narkoba. Ketiga faktor tersebut adalah faktor diri, faktor lingkungan, dan faktor kesediaan narkoba itu sendiri.
1.Faktor Diri
a.Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau brfikir panjang tentang akibatnya di kemudian hari.
b.Keinginan untuk mencoba-coba kerena penasaran.
c.Keinginan untuk bersenang-senang.
d.Keinginan untuk dapat diterima dalam satu kelompok (komunitas) atau lingkungan tertentu.
e.Workaholic agar terus beraktivitas maka menggunakan stimulant (perangsang).
f.Lari dari masalah, kebosanan, atau kegetiran hidup.
g.Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar.
h.Menderita kecemasan dan kegetiran.
i.Kecanduan merokok dan minuman keras. Dua hal ini merupakan gerbang ke arah penyalahgunaan narkoba.
j.Karena ingin menghibur diri dan menikmati hidup sepuas-puasnya.
k.Upaya untuk menurunkan berat badan atau kegemukan dengan menggunakan obat penghilang rasa lapar yang berlebihan.
l.Merasa tidak dapat perhatian, tidak diterima atau tidak disayangi, dalam lingkungan keluarga atau lingkungan pergaulan.
m.Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.
n.Ketidaktahuan tentang dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
o.Pengertian yang salah bahwa mencoba narkoba sekali-kali tidak akan menimbulkan masalah.
p.Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan narkoba.
q.Tidak dapat atau tidak mampu berkata TIDAK pada narkoba.
2.Faktor Lingkungan
a.Keluarga bermasalah atau broken home.
b.Ayah, ibu atau keduanya atau saudara menjadi pengguna atau penyalahguna atau bahkan pengedar gelap nrkoba.
c.Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa atau bahkan semua anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap narkoba.
d.Sering berkunjung ke tempat hiburan (café, diskotik, karoeke, dll.).
e.Mempunyai banyak waktu luang, putus sekolah atau menganggur.
f.Lingkungan keluarga yang kurang / tidak harmonis.
g.Lingkungan keluarga di mana tidak ada kasih sayang, komunikasi, keterbukaan, perhatian, dan saling menghargai di antara anggotanya.
h.Orang tua yang otoriter,.
i.Orang tua/keluarga yang permisif, tidak acuh, serba boleh, kurang/tanpa pengawasan.
j.Orang tua/keluarga yang super sibuk mencari uang/di luar rumah.
k.Lingkungan sosial yang penuh persaingan dan ketidakpastian.
l. Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk, orang tidak dikenal secara pribadi, tidak ada hubungan primer, ketidakacuan, hilangnya pengawasan sosial dari masyarakat,kemacetan lalu lintas, kekumuhan, pelayanan public yang buruk, dan tingginya tingkat kriminalitas.
m.Kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan keterlantaran.
3.Faktor Ketersediaan Narkoba.
Narkoba itu sendiri menjadi faktor pendorong bagi seseorang untuk memakai narkoba
karena :
a.Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli.
b.Harga narkoba semakin murah dan dijangkau oleh daya beli masyarakat.
c.Narkoba semakin beragam dalam jenis, cara pemakaian, dan bentuk kemasan.
d.Modus Operandi Tindak pidana narkoba makin sulit diungkap aparat hukum.
e.Masih banyak laboratorium gelap narkoba yang belum terungkap.
f.Sulit terungkapnya kejahatan computer dan pencucian uang yang bisa membantu bisnis perdagangan gelap narkoba.
g.Semakin mudahnya akses internet yang memberikan informasi pembuatan narkoba.
h.Bisnis narkoba menjanjikan keuntugan yang besar.
i. Perdagangan narkoba dikendalikan oleh sindikat yagn kuat dan professional. Bahan dasar narkoba (prekursor) beredar bebas di masyarakat.(RQ@DATIN)
Sumber : “Buku : ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA,
BNN-RI 2009”


Kucing

Mamalia yang satu ini adalah termasuk hewan yg lucu dan menggemaskan, semua orang di bumi ini pasti kebanyakan menyukainya. Kita akan sering menjupai nya di setiap tempat di desa Glisgis, seperti warung, toko, sekolah dasar, sekitaran masjid dll.


Hewan yang menggemaskan serta memiliki sifat yang pada umumnya manja, sejatinya adalah daya tarik yang membuat manusia menyukai kucing. 
Pada riwayatnya, Nabi Muhammad SAW pun memelihara kucing. Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Meskipun tidak memelihara kucing, sebagian kita mungkin pernah didatangi oleh kucing saat beraktivitas, contohnya ketika sedang makan. Beberapa di antaranya mungkin memberikan makan, namun sebagian lagi justru mengusir kucing tersebut karena dianggap mengganggu.
Jika mengalami kondisi ini, jangan buru-buru untuk mengusir hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW itu.
Berpikirlah sejenak kenapa kucing itu mendatangi Anda dan bukan orang lain yang juga tengah menyantap makanan serupa?
Tahukah Anda bahwa kucing yang datang itu ternyata membawa ‘pesan’ atau tanda?

Berikut 3 tanda apabila kucing datang kepada kita dan bukan orang lain.

Pesan Pertama
Dikutip dari laman blog infoyunik.com Kedatangan kucing merupakan pertanda bahwa Allah SWT mengingatkan kita tentang hakikat memberi. Semua rezeki yang kita dapatkan bukanlah sepenuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang seharusnya kita keluarkan. Seperti zakat fitrah dan zakat harta yang wajib dikeluarkan sebagai rukun Islam yang harus dipenuhi. Tanpa menunaikan hal ini, tentu kita sebagai umat Islam belum menjalankan semua aturan wajib yang harus ditegakkan. Dalam konteks kucing yang datang saat makan, mengingatkan kita bahwa karunia Allah yang kita terima juga harus dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Artinya dalam makanan yang kita santap, ternyata ada rezeki untuk kucing yang seharusnya kita berikan. 

Pesan Kedua 
Memberi makanan kepada makhluk Allah termasuk kucing merupakan sebuah kebaikan. Sesuai dengan firmannya, Allah akan melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan lainnya. Terlebih jika kita memberikan dengan ikhlas dan tidak terpaksa. Jika berbuat baik pada manusia, seseorang kerap menginginkan adanya balasan serupa dari orang lain. Namun tidak demikian jika manusia berbuat baik kepada kucing. Hewan ini tentu tidak bisa membalas apa yang sudah kita berikan terhadapnya. Ketika membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasanya memberi dengan penuh keikhlasan. Tindakan inilah yang seharusnya dilakukan manusia ketika memberi sesuatu kepada orang lain.

Pesan Ketiga 
Allah sedang memberitahu apabila kita tidak memberi makanan kepada kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yang akan Allah berikan kepada kita. Rezeki itu luas bukan hanya sekedar uang, tetapi meliputi semua kehidupan. Semoga kita semua termasuk yang pandai membaca ‘tanda-tanda’ tersebut dan bisa menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing saat kita sedang menyantap makanan.
sumber : http://bogor.tribunnews.com/

Sabtu, 04 Februari 2017

Lomba kecil kecil ini yang diadakan di desa Glisgis sebagai bukti telah berakhirnya tugas dan proker kami para anak KKN 15 2017. Lomba di tujukan untuk semua anak anak yang ada di desa glisgis. Alhamdulilah, lomba berjalan dengan lancar, hanya saja lomba harus di laksanakan selama dua hari karena cuaca yang kurang bersahabat alias mendung dan hujan lebat. Lomba diadakan hari kamis dan jumat pada tanggal 2 dan 3 februari 2017. Tampak keceriaan terlukis di wajah anak anak yang diiringi dengan tawa canda dan senda gurau oleh kawan kawan sebayanya.
Macam macam lomba yang diadakan antara lain :

1. Lomba balap kelereng

2. Lomba Makan kerupuk


3. Lomba pukul balon


4. Lomba pukul bola dengan botol

5. Lomba Jepit balon

6. Lomba memasukan paku dalam botol



Acara sangat meriah dengan kedatangan para warga dan penjual penjual jajanan yang ikut serta memeriahkan Posko team KKN 15. Berikut adalah dokumentasi foto para juara I & II :







Senin, 30 Januari 2017

Pengabdian terhadap masyarakat desa Glisgis dengan membagi ilmu yang kita miliki, tidak hanya kepada bapak atau ibu saja, namun juga kepada anak - anak sekolah dasar yang masih terbilang belia atau butuh perhatian lebih oleh lingkungan disekitarnya. Kami dari team 15 menyempatkan datang ke SDN 1 dan SDN 2 Glisgis untuk membantu ibu/bapak guru mengajar.
Berbagai ilmu kami berikan sesuai jadwal yang telah di tentukan dan sesuai dengan bidang kami masing masing. Dari menggambar, menyanyi, membaca, menulis dan berhitung pun kami ajarkan kepada anak - anak di sekolah tersebut. Menurut saya, para siswa merupakan siswa yang pandai hanya saja kurang nya fasilitas dan kurangnya guru yang mengajar di sekolah tersebut menjadi halangan untuk para siswa berprestasi memperlihatkan kepandaian mereka.

Berikut adalah dokumentasi kami selama mengajar di sekolah
https://youtu.be/f8-RgJEwl3o
















Kurang lebihnya mohon maaf ya... :D
Pemasangan papan nama desa bersama dengan bapak Muryono selaku tim keamanan yang bertugas mengawal kami "Team KKN 15". Dengan izin dari pak kepala desa, kami telah memasang papan nama di setiap sudut perbatasan selain itu juga wilayah dusun yang ada di desa Glisgis.

Berikut adalah dokumentasi kami
https://youtu.be/-1FIoGuW3zY
--------------------------------
https://www.youtube.com/watch?v=L35h9q9X7oo











Diharapkan dengan pembaruan papan nama tersebut bisa lebih memudahkan masyarakat luar yg ingin berkunjung ke desa Glisgis dan tidak terjadi kebingungan atau tersesat karna ketidak adaanya papan nama.
Terima Kasih.