Senin, 30 Januari 2017

Pengabdian terhadap masyarakat desa Glisgis dengan membagi ilmu yang kita miliki, tidak hanya kepada bapak atau ibu saja, namun juga kepada anak - anak sekolah dasar yang masih terbilang belia atau butuh perhatian lebih oleh lingkungan disekitarnya. Kami dari team 15 menyempatkan datang ke SDN 1 dan SDN 2 Glisgis untuk membantu ibu/bapak guru mengajar.
Berbagai ilmu kami berikan sesuai jadwal yang telah di tentukan dan sesuai dengan bidang kami masing masing. Dari menggambar, menyanyi, membaca, menulis dan berhitung pun kami ajarkan kepada anak - anak di sekolah tersebut. Menurut saya, para siswa merupakan siswa yang pandai hanya saja kurang nya fasilitas dan kurangnya guru yang mengajar di sekolah tersebut menjadi halangan untuk para siswa berprestasi memperlihatkan kepandaian mereka.

Berikut adalah dokumentasi kami selama mengajar di sekolah
https://youtu.be/f8-RgJEwl3o
















Kurang lebihnya mohon maaf ya... :D
Pemasangan papan nama desa bersama dengan bapak Muryono selaku tim keamanan yang bertugas mengawal kami "Team KKN 15". Dengan izin dari pak kepala desa, kami telah memasang papan nama di setiap sudut perbatasan selain itu juga wilayah dusun yang ada di desa Glisgis.

Berikut adalah dokumentasi kami
https://youtu.be/-1FIoGuW3zY
--------------------------------
https://www.youtube.com/watch?v=L35h9q9X7oo











Diharapkan dengan pembaruan papan nama tersebut bisa lebih memudahkan masyarakat luar yg ingin berkunjung ke desa Glisgis dan tidak terjadi kebingungan atau tersesat karna ketidak adaanya papan nama.
Terima Kasih.
Siapa sih yang tidak tau dengan “Nasi Bebek”??

Sebut saja Bebek goreng adalah daging bebek yang digoreng dan dihidangkan dengan lalapan (sayuran segar). Bebek goreng dapat ditemui di warung-warung kaki lima sampai di restoran dan hotel mewah. Karena bebek goreng biasanya dimakan dengan nasi, maka penjual bebek goreng kaki lima menuliskan menu bebek goreng dengan spanduk bertuliskan "Nasi Bebek". Sampai saat ini, masih jarang dijumpai sajian bebek yang dimasak atau disajikan dengan selain digoreng. Nasi bebek atau bebek goreng ini biasanya disajikan dalam keadan yang masih panas (baru digoreng) dengan lalapan daun kemangi, timun, dan sambal serta dimakan langsung dengan muluk (bahasa Jawa: menggunakan tangan). Yang paling khas dari bebek goreng adalah bumbunya yang berupa minyak berwarna kuning yang dilumurkan di atas nasi panas tersebut.

Di Madura ada suatu bebek goreng yang beralokasi di daerah terpencil dan tak kalah enak dan nikmat dengan masakan bebek yang ada dikota yang terkenal. warung bebek ini beralokasi di daerah kecamatan modung tepatnya di desa glisgis kabupaten bangkalan. kita bisa menuju kesana sangat gampang tetapi sayangnya hanya transportasi dokar yang lalu lalang, jadi kita harus membawa kendaraan sendiri, kita bisa ambil jalan pintas karena lokasinya berdekatan dengan kecamatan kwanyar.

kita bisa meluncur dari surabaya melalui suramadu langsung menuju ke daerah kecamtan kwanyar sesuai petunjuk arah, kira - kira jarak dari kantor kecamatan kwanyar sekitar 6 km. sebelum kelokasi tempat tersebut kita akan disuguhi pemandangan yang sangat alami tampa ada bangunan yang berdiri besar hanya persawahan yang dapat kita lihat. kita akan melalui beberapa desa untuk menuju ketempat tersebut. bebek ini sangat umum dimata masyarakat desa tersebut dan para tetangga desa. menurut cerita orang desa setempat warung bebek tersebut sudah turun menurun dilakonin (turun menurun), mulai dari nenek mereka sampai sekarang yang diwariskan kepada anak cucunya. kita cukup mengelurkan kocek yang lumayan kecil yaitu hanya Rp. 8.000,- sampai Rp. 10.000 untuk sekali makan beserta minumannya, saya sendiri tercengang bebek dengan seharga segitu dan senikmat ini dan harganya sangat terjangkau. anehnya lagi saya melihat ada masyarakat setempah sekedah dibungkus dengan harga Rp. 8.000,- (dalam hati saya berkata wow...). 

Bebeknya dipilih bukan hanya sekedar bebek seperti yang ada dikota, biasanya warung atau rumah makan besar memilih bebek yang muda alasannya karena bebek muda cepet empuknya dan cara penyerapan bumbunya lebih meresap bedahal dengan bebek disitu biasanya cari bebek yang kira-kira umurnya sekitar 1 tahun alasannya karena bebek muda biasa dipultre /diberi obat untuk pembesaraanya kalau yang umur sekitar 1 tahunan tidak mungkin di beri obat cepet besar / dipultre karena yang pelihara pasti rugi, jadi tempat tersebut cari bebek yang murni makannya. masakan bebek ini memiliki rasa yang unik/bernuansa pedesaan dan tergolong pedas yang tak dimiliki bebek yang lain dan cara penyajiannya cukup sederhana sekali. ada sedikit keunikan yang muncul ketika nasi dihidangkan, nasinya memakai sambal wijeh sebagai khas. waw unik juga ya.. 

Proses pemasakannya bebek ini dimasak dengan pengapian yang sangat alami yaitu dengan tungku yang terbuat dari tanah liat dan bahan bakarnya menggunakan kayu bakar seperti jaman dahulu. bumbunya pun sangat sederhana sekali dan tak ada bahan - bahan produksi dari pabrik / bahan jadi (menambah cita rasa yang khas), dagingnya berasa empuk dan meresap meskipun menggunakan pengapian yang alami. tak ada sambal cabe yang dihidangkan tetapi cabenya sudah dicampur aduk dengan bumbu dan bebeknya. wow lumayan pedas bebek ini karena yang saya perhatikan hanya menggukan bumbu cabe rawit, bawang putih, bawang merah dan garam secukupnya. warung bebek ini buka di pagi hari sampai sore, dan terkadang bisa memesan bebek ditengah malam kata pemilik warung. warung tersebut tidak mempunyai logo atau papan nama yang melekat pada warung tersebut jadi saya sebut saja warung tersebut sebagai warung bebek glisgis karena di daerah tersebut hanya satu - satunya warung yang menyediakan makanan di daerah itu.

Kamis, 26 Januari 2017

A.     Kondisi umum desa
1.      Geografis
Letak dan luas wilayah
Desa Glisgis merupakan salah satu dari 17 desa di wilayah kecamatan modung, yang terletak 3 Km ke arah utara dari kota kecamatan. Desa Glisgis mempunyai luas wilayah seluas 544,70 hektar.

Iklim
Iklim desa Glisgis, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklimkemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Glisgis Kecamatan Modung.

2.      Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
Jumlah Penduduk (sementara)
Jumlah penduduk Desa Glisgis               : 1.907 jiwa 
Laki-laki                                               : 897 jiwa
Perempuan                                           : 1.010 jiwa
Jumlah KK                                           : 411 KK

B.      Keadaan Umum Wilayah Desa Glisgis
1.      Batas wilayah desa/kelurahan
Letak                                 Desa/Kelurahan                                Kecamatan
Sebelah Utara                 Alas Kokon dan Pakong                      Modung
Sebelah Selatan               Karang Anyar                                      Modung
Sebelah Barat                  Duwak Butir                                        Kwanyar
Sebelah Timur                  Manggaan dan Karang Anyar              Modung

2.      Kesuburan Tanah
Tingkat Kesuburan                     Luas (Ha)
Sangat subur                                  0
Subur                                             0
Sedang                                         370,82
Tidak subur/kritis                           0

3.      Curah Hujan dan Tinggi Tempat
Curah hujan                                             1306 mm/th
Tinggi tempat dari permukaan laut            4,5 Meter

4.       Topografi Atau Bentang Lahan
Dataran                                        351,82 (Ha)

5.      Orbitasi
Jarak ke ibu kota kecamatan terdekat                              23 Km
Lama tempuh ke ibu kota kecamatan terdekat              60 Menit
Jarak ke ibu kota  kabupaten/kota terdekat                    32 Km

Lama tempuh ke ibu kota kabupaten/kota terdekat      60 Menit
Warga desa Glisgis adalah petani penghasil jagung. selain jagung, juga menanam tumbuhan lainnya seperti cabai, singkong, kacang dan padi. Banyak dari petani jagung membiarkan hasil panen mereka sampai kering kemudian dijual atau ditanam kembali. Untuk meningkatkan hasil jual jagung tersebut, kami dari Team 15 memberikan pembelajaran hasil olahan dari jagung muda dan jagung kering yaitu Legung dan Margis.

Sebut s
ajLegung (Lepet Jagung) dan Margis (Marning Glisgis). Sekali-sekali nikmati camilan tradisional seperti lepet jagung untuk sarapan. Rasanya manis-manis gurih. Sebungkus lepet jagung siap memberikan tambahan energi dan nutrisi.





Berikut video tentang pembuatan Legung oleh Team KKN 15
https://youtu.be/OkRymkijv_8
Lepet jagung merupakan jenis camilan ringan khas Jawa Timur. Umumnya dinikmati bersama secangkir teh atau kopi, susu hangat juga boleh. Cocok juga disajikan saat sarapan. Kuenya mirip seperti lepet atau timus, namun lepet yang satu ini terbungkus oleh daun jagung muda(harusnya sih wkwk).

Camilan manis ini terbuat dari biji jagung yang sudah dipipil dan ditumbuk atau diparut. Kemudian dicampur dengan gula pasir, kelapa parut dan santan kental(klo santan sesuai selera). Juga ditambahkan sedikit tepung maizena agar teksturnya lebih padat. Rasanyapun manis gurih dan kenyal legit.

Dibalik kelezatannya, lepet jagung yang berbahan utama jagung segar ini mengandung banyak nutrisi. Seperti karbohidrat, protein, kalsium, posfor dan vitamin B1. Lepet jagung juga mengandung serat yang berguna untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit hingga mencegah risiko terkena kanker kolorektal.

Sedangkan kandungan vitamin B terutama thiamin dan niacin di dalamnya, berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan mencegah kekurangan gizi. Kandungan kalori di dalamnya cukup banyak, sehingga dapat memberikan tambahan energi untuk beraktifitas. Jika ingin menyantap lepet jagung pagi ini, jangan lupa sediakan secangkir teh manis hangat atau kopi.